Di Pasar International, Indonesia Mampu Bersaing dengan Batik China

SubhanAllah seneng rasanya ternyata produk negri kita(Indonesia) tidak kalah dengan produk china yang memiliki kesamaan yakni tentang  Batik.Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu meyakini industri batik lokal mampu bersaing dengan batik murah dan massal dari Cina. Hal itu karena batik buatan pengrajin Indonesia berkualitas tinggi dan memiliki banyak corak sehingga mampu memenuhi minat konsumen.
“Kalau kita, menurut saya, pengrajin tidak terganggu. Yang penting variasinya. Orang kan tetap akan memilih variasi daripada yang murah dan coraknya sama. Mereka (pengrajin) juga merasa bisa bersaing,’’ katanya di Kantor Kemenko Kesra, Jumat(kemarin).
Ehm sungguh berita yang berkaitan dengan ekonomi yakni Persaingan Pasar Batik antara china dengan Indonesia…. saya bangga produk Insonesia tidak kalah dengan produk China
Menurut Mari, industri batik tanah air memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dan berkontribusi positif terhadap produk domestik bruto nasional (PDB). Pada 2008, industri batik nasional memiliki angka ekspor 78 juta dolar AS dangf menyerap 603 ribu tenaga kerja.Jumlah yang sangat memuncak luar biasa.
Sedangkan, unit usaha yang dipekerjakan melalui industri batik ini adalah sebanyak 50.315 unit. “Industri kreatif itu sekitar 7,9 persen PDB 2008 dimana fesyen sekitar 25-27 persen. 50 persennya adalah berbasis batik,’’ ujarnya.Wah perkembangan yang cepat melajunya he..he..
Mari menyebutkan, ekspor batik tahun lalu sempat mengalami penurunan disebabkan penurunan permintaan pasar luar negeri. Namun, ia tidak menyebutkan angka pastinya. “Untuk 2010, kita targetkan balik lagi ke angka 2008. Setelah itu, kita harapkan bisa meningkat terus,’’ katanya.
Untuk mendorong pertumbuhan industri dan ekspor batik nasional, menurut Mari, pemerintah terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah mencari cara agar biaya produksi batik tidak meningkat akibat konversi kompor minyak tanah menjadi kompor gas.Inilah yang perlu di upgrade dengan baik,semoga lancar gitu yach…
“Yang harus kita jawab bagaimana konversi gas ke minyak tanah, kompornya, suplai gasnya, supaya tidak meningkatkan biaya produksi dan bagaimana kalau minyak tanah itu kan bisa diatur apinya, kalau dengan gas sedang dieksperimen apinya untuk bisa kecil sama seperti kompor minyak tanah,’’ katanya.Siip juga yang di sampaikannya
Wah disamping itu pula sungguh luar biasa.Menanggapi pengakuan UNESCO atas batik, Mari menilai hal itu cukup penting. Alasannya, pengakuan itu bisa mendorong nilai bagi pengembangan industri batik Indonesia. Selain itu, batik telah menjadi identitas bangsa Indonesia. ‘’Bila masyarakat kita bangga menggunakan batik sebagai bagian identitas kita, dengan sendirinya itu akan menciptakan pasar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: